ATUR WAKTU YUK!

ATUR WAKTU YUK!

Atur Waktu Yuk – Banyak kegagalan bisnis bukan karena produknya enggak keren atau enggak laku dipasaran,  tetapi lebih karena sipelaku bisnis yang tidak bisa mengelola waktu dengan baik.  Akibatkan bisnis jadi enggak keurus dengan baik.  Nah  sebagai Ibu Rumah Tangga yang berbisnis,  ketrampilan membagi waktu ini menjadi ketrampilan yang harus banget dimiliki.

Bingung bagaimana caranya?  Nah berikut ini cara praktis supaya Anda bisa mengatur dan mengelola waktu Anda secara efektif dan efisien,  agar keluarga dan rumah keurus dan bisnis juga tetap kepegang rapih :

  1. Tuliskan dengan detil semua pekerjaan yang anda lakukan selama ini setiap harinya. Tuliskan semuanya selengka-lengkapnya.
  2. Periksa lagi, Yakin ya sudah tidak ada yang terlewatkan.
  3. Nah sekarang kelompokkanlah pekerjaan-pekerjaan itu. Mana yang termasuk pekerjaan rumah tangga; (seperti : nyapu; ngepel, ngosek kamar mandi, nyuci baju, njemur, cuci piring dan sebagainya); pekerjaan luar rumah (misalnya : pengajian, kegiatan majelis taklim; jemput anak sekolah dan sebagainya); pekerjaan bisnis (misalnya anda punya bisnis)
  4. Di dalam kelompoknya masing-masing urutkan pekerjaan pekerjaan tersebut berdasarkan skala prioritasnya dan berilah label dibelakang tiap pekerjaan anda sebagai berikut:
    • Prioritas (P) – pekerjaan yang tidak bisa di tunda, bila di tunda akan membuat berantakan.
    • Penting (PT) – pekerjaan yang harus dikerjakan, bila tidak dikerjakan berdampak pada pekerjaan lainnya.
    • Tidak Penting (TP) – pekerjaan yang mau dikerjakan ataupun tidak, tidak berdampak apa-apa.
    • Sangat Tidak Penting (STP) – pekerjaan yang anda lakukan pun tidak ada manfaatnya.

Sudah diberi label dan diurutkan? Ok, lanjut!

  1. Coretlah dari daftar tugas harian anda, semua pekerjaan dengan label TP dan STP. J Nah sudah berkurang banyak kan?  Jangan-jangan daftar tugas anda tinggal separuhnya.
  2. Buat estimasi waktu mengerjakan setiap pekerjaan yang masih ada dalam daftar anda. Berapa waktu yang anda butuhkan untuk beberes rumah? Berapa jam untuk mencuci pakaian dan menjemur? Berapa waktu dibutuhkan untuk memasak dan sebagainya.  Untuk pekerjaan yang tidak harus dilakukan setiap hari tentukan juga kapan anda menjadwalkan untuk melakukannya? Misalnya : mengganti sprei kamar tidur semuanya – 75 menit – Rabu.
  3. Buatlah penggunaan waktu anda menjadi lebih efisien. Gimana cara?  Gabungkanlah 2 atau 3 pekerjaan yang dapat dilakukan bersama-sama.

Misalnya :

  • Mencuci pakaian (dengan mesin cuci) bisa dilakukan bersamaan dengan bebersih rumah.
  • Mencuci piring sekaligus dengan menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak dan memasak
  • Mengurus jualan online sambil memeriksa ulang PR anak sambil mencari resep untuk menu esok hari.

Aturlah waktu dengan efisien. Ingat pepatah, “Satu kali mengayuh sampan, dua tiga pulau terlampau”.  Nah itu yang harus anda lakukan!

  1. Berdasarkan estimasi waktu dan penggabungan 2 atau 3 pekerjaan yang sudah anda buat di tahap 6 dan 7 maka urutkanlah pelaksanaan setiap pekerjaanke dalam jadwal kegiatan harian anda.

INGAT! Jangan lupa memasukkan ke dalam jadwal anda waktu untuk anda istirahat, makan, menghibur diri dan beribadah J, Anda kan bukan robot!  Anda juga tetap harus punya waktu untuk suami dan anak-anak. Nah coba periksa kembali kegiatan anda.  Sudahkah semuanya masuk?

  1. Langkah yang terakhir adalah yang terpenting yaitu LAKSANAKAN KEGIATAN HARIAN ANDA SESUAI JADWAL YANG SUDAH ANDA TENTUKAN SENDIRI! Butuh kedisiplinan dan komitmen yang tinggi untuk bisa melakukannya. Apa pun itu anda harus mencoba melakukannya.

Mengatur waktu seperti diatas memang cukup sulit bila anda tidak terbiasa.  Pada awalnya anda akan cukup kesulitan untuk mematuhinya,  tetapi tetaplah mencoba setelah satu bulan anda pasti akan terbiasa dan mulai merasakan efek positifnya.

 

YUK, ATUR WAKTU ANDA

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis – Sebagai ibu rumah tangga yang juga menjalankan bisnis, kemampuan untuk mengelola keuangan keluarga menjadi kewajiban utama.  Sayangnya bagi yang belum berpengalaman, seringkalli pengelolaan keuangan keluarga dan bisnis dicampur-adukkan.  Hasilnya disetiap akhir bulan tetap saja “tekor” bahkan seringkali bingung,  lho kemana ya keuntungan hasil berbisnis yang sebenarnya diatas kertas,  dibuku catatan jumlahnya cukup lumayan,  tapi kok tidak kelihatan ya wujudnya.

 

Mengelola keuangan keluarga dan bisnis sebenarnya tidak harus dilakukan secara njelimet layaknya akuntan perusahaan besar.  Hal yang penting adalah KEDISIPLINAN untuk MEMISAHKAN SECARA FISIK, antara uang bulanan keluarga dan uang keuntungan bisnis Anda.  Jangan pernah mencampur adukkannya.  Simpan keduanya pada dua rekening tabungan yang berbeda. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah secara DISIPLIN pula untuk TIDAK MENGGUNAKAN masing-masing rekening untuk hal yang bukan peruntukannya.  Maksudnya begini,  jangan menggunakan uang bulanan keluarga untuk membeli stock jualan atau sebaliknya,  jangan gunakan keuntungan bisnis untuk mengisi listrik atau membayar tagihan bulanan rumah tangga lainnya. Apabila memang terpaksa dilakukan,  maka harus dilakukan dengan komitmen penuh untuk mengembalikannya di akhir bulan.  Catatlah penggunaan rekening yang bukan untuk peruntukannya sebagai hutang.  Tapi,  sebisa mungkin hindari hal ini,  sebab sekali terbiasa menggunakannya seringkali menjadi kebiasaan.  Mengelola keuangan keluarga dan bisnis memang membutuhkan kedisiplinan yang tinggi.  Jangan mudah untuk mengganggap mudah menggunakan uang bulanan keluarga untuk bisnis,  karena bisa-bisa sebelum akhir bulan,  kamu sudah kehabisan uang.

 

Selain secara disiplin memisahkan  fisik dan penggunaan kedua dana yang Anda kelola,  maka hal penting lain dalam mengelola keuangan keluarga dan bisnis adalah menentukan secara tepat pos-pos pengeluaran secara tepat.  Pastikan pos-pos pengeluaran untuk keuangan bulanan keluarga dan disiplinlah menggunakannya.  Bila ada kelebihan jangan langsung dikonsumsi tetapi simpanlah.  Untuk keuntungan dari bisnis,  tetapkan juga pos-pos penggunaannya.  Anda bisa menentukan misalnya 20% untuk disimpan, 50% untuk digunakan kembali untuk bisnis, 10% untuk sedekah dan sisanya untuk cadangan keperluan khusus. “Ah keuntungan bisnisnya juga masih kecil kok,  repot amat sih dipisah-pisah begitu”.  Nah,  untuk bisa mengelola keuangan keluarga dan bisnis dengan baik maka Anda harus disiplin menetapkan pos-pos penggunaan dan mengelolanya dengan tepat.

 

Catatlah setiap pengeluaran dan penggunaan dana agar Anda bisa mengevaluasi keakuratan pengelolaan Anda.

 

Modal Usaha, Dari Mana?

Modal Usaha, Dari Mana?

Ketersediaan dana untuk modal usaha adalah satu masalah yang sering menjadi hambatan saat ingin menekuni bisnis.  Terutama bagi ibu rumah tangga,  yang tidak bekerja dan hanya mengandalkan uang dari “putar otak” mengelola uang bulanan dari suami.  Banyak sekali ibu rumah tangga yang ingin berbisnis,  tetapi lalu bingung bahkan patah semangat diawal karena tidak punya dana untuk modal. Mau pinjam ke Bank, aduh sudah pusing duluan memikirkan bagaimana pengembaliannya?  Apa juga yang mau dijaminkan?  Lagi pula apa perlu sih sampai meminjam ke Bank, kan mau bisnis kecil-kecilan dulu.  “Aduh, pusing deh, mikirin modal!!!” (more…)

8 Tips Sukses Berbisnis

8 Tips Sukses Berbisnis

Tips Sukses Berbisnis – Sudah punya bisnis? Sudah! Mau bisnisnya sukses? Ya mau dong! Siap untuk melakukan upaya agar sukses? Siap! Mau tau kunci suksesnya ? Nah ini dia 8 kunci sukses berbisnis. Mari kita cek n ricek apa kita sudah melakukan semuanya?

1. PASSION / HASRAT
Ini paling penting untuk bisa sukses. Lakukanlah – berbisnislah – hal yang benar-benar kita minati, yang benar-benar kita punya hasrat dan ketertarikan yang besar disitu. Jadi paling enak itu berbisnis yang sesuai dengan hobi atau kesenangan kita. Kenapa begitu? Soalnya klo sudah suka, sudah seneng pasti mau deh ngerjain apa aja. Sukses Berbisnis harus diawali dengan hasrat yang membara.

2. WORK / ACTION
Klo sudah punya bisnis atau minimal sudah tau nih mau bisnis apa. Nah yang harus dilakukan berikutnya adalah ACTION alias dikerjain jangan cuma direncanain, diangan-anganin, diurek-urek (mod: dicorat-coret) terus di kertas. Harus diKERJAKAN, ACTION harus jelas. Plan dibuat dan habis itu harus diikuti sama ACTION nyata ya.

3. FOCUS / FOKUS
Lakukan hal-hal yang direncanakan, hal-hal yang harus dilakukan dengan benar-benar memusatkan perhatian kita. Klo bahasa sananya “One at a time” alias fokus pada satu hal. Punya banyak ide boleh, tapi eksekusi satu persatu. Tips Sukses Berbisnis ini nih yang paling sulit dilakukan,  terutama bagi pemula yang rasanya pengen aja ngejalanin segala bentuk bisnis.

4. PUSH / DAYA DORONG
Untuk bisa ajeng dan konsisten mengerjakan hal2 yang harus dikerjakan maka kita harus punya “Daya Dorong”. Nah apa sih hal-hal yang bisa menjadi daya pendorong kita supaya konsisten dan enggak mandek atau males2an ngerjain bisnis kita? Banyak kok dan sifatnya memang sangat individual. Ada yang untuk masa depan keluarga, ada yang karena kepepet bayar hutang; ada yang mau ganti mobil ah banyak deh. Yang pasti temukan daya pendorong yang efektif bagi kita masing-masing.

5. IDEAS/ IDE-IDE
Gali terus ide-ide untuk mengembangkan, memperbaiki bisnis kita. Kadang satu dua cara yang terus menerus dilakuan memberikan hasil yang itu2 saja nah karena itu kita harus menemukan ide-ide baru dan setiap kali suatu ide muncul langsung dicatet dan dicobakan. Kadang ide-ide “gila’ bisa membawa hasil yang luar biasa lho.  Jangan batasi diri dalam menemukan ide bisnis yang paling tepat untuk kamu jalani.

6. IMPROVE / IMPROVISASI
Ini ada kaitannya sama no. 5 diatas. Kadang kita harus bisa melakukan perbaikan, pengembangan dalam bisnis kita yang bisa membuat kita tetap dicari oleh pelanggan, yang buat kita berbeda dari pesaing kita. Manusia itu pada dasarnya pembosan, jadi improvisasi akan selalu menarik perhatian orang.

7. SERVE / PELAYANAN
Nah, namanya berbisnis salah satu “jiwa’nya adalah MELAYANI. Harus bin kudu bin wajib buat para pebisnis untuk memberikan PELAYANAN TERBAIK kepada para pelanggan atau pengguna jasa. Pelayanan yang baik adalah kunci keberhasilan pebisnis untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Meski produk oke banget klo pelayanan gak oke biasanya sih pelanggan gak pada betah.  Kalau pembeli enggak balik lagi dan pelanggan kabur,  waduuuuuh alamat gagal deh Sukses Berbisnis nya

8. PERSIST / AJEG
Untuk bisa berhasil maka semua hal yang harus dan perlu dilakukan untuk mengembangkan bisnis kita ini ya harus dilakukan secara “ajeg”. Harus ditekuni, diseriusi. Jangan “on”-“off”. Tahapan awal selalu yang tersulit tapi justru disitu “seni’nya, justru disitu “seleksi alamnya’. Hanya mereka-mereka yang mau tekun yang pasti akan berhasil.

Nah itu dia 8 Tips Sukses Berbisnis yang menjamin keberhasilan bisnis kamu, kira-kira sudah melakukan semuanya belum ya?

Hayoooo ….. Yuuuk sama2 kita introspeksi biar sama2 sukses ya.