Cocokkah Anda Menjadi Pebisnis?

Cocokkah Anda Menjadi Pebisnis?

Banyak orang, termasuk Anda – tentunya – berbondong-bondong ingin menjadi pebisnis. Kenyataan bahwa menjadi karyawan tidak memberikan masa depan yang benar-benar terjamin, sekalipun ada tunjangan pensiun, sementara para entrepreneur berseliweran silih berganti menunjukkan kesuksesan yang luar biasa. Semua orang mau menjadi pebisnis,  tetapi apakah Anda cocok menjadi seorang pebisnis? (more…)

Hindari Zona Nyaman

Hindari Zona Nyaman

Hindarilah zona nyaman – Ya, bila kamu mau sukses,  maka kamu harus menghindari berlama-lama mendiami zona nyaman kamu.  Aduh, kok gitu sih?  Padahal susah payah lho berusaha mencapai zona nyaman itu,  kok tidak boleh dinikmati sih? Bukan tidak boleh dinikmati,  tentu saja kamu boleh banget menikmati hasil kerja kerasmu,  tapi jangan terlalu terlena lalu leyeh-leyeh di zona nyaman itu.  Mengapa?  Karena bila kamu terlalu lama menikmati zona nyaman mu,  maka kamu akan melemah,  kamu bisa kehilangan kewaspadaan kamu dan akhirnya jadi malas untuk keluar dari zona nyaman itu.  Padahal,  orang lain disekitar kamu berebutan memacu diri untuk sukses.  Kamu tidak akan bisa benar-benar sukses bila hanya terus bermalsan di zona nyamanmu.

Alasan lain mengapa kamu sebaiknya menghindari zona nyaman kamu,  adalah karena “zona nyaman belum tentu aman”.  Zona nyaman justru melenakan kamu untuk tidak lagi waspada hingga saat kamu menyadari keadaan disekitar kamu,  kamu baru menemukan betapa orang lain sudah berpuluh langkah berjalan mendahuluimu bahkan berlari kencang.  Jangan terlena,  sebab bila kamu terlena maka kamu harus berusaha keras berlipat-lipat kali untuk bisa mengejar ketinggalan kamu.

Nikmati saja zona nyamanmu seperlunya,  lalu langkahkan kembali kakimu keluar dari zona nyaman dan percayalah, kamu akan menemukan hal-hal yang luar biasa menariknya di luar zona nyaman tersebut.  Kamu akan lebih waspada,  lebih tertantang dan karena tantangan inilah kamu berusaha lagi dan lagi dan lagi hingga membuahkan hasil yang lebih banyak lagi. Hindarilah zona nyaman itu salah satu kunci untuk sukses.  Itu mengapa orang sukses terlihat selalu mengejar sesuatu yang lebih besar dan lebih lagi.  Belum tentu karena mereka serakah,  tetapi beberapa diantara mereka mungkin memang segaja melakukannya untuk terus memacu diri mereka.

Ayo kamu jangan ketinggalan.

 

Yuk,  Bangun Lebih Pagi !!!

Yuk, Bangun Lebih Pagi !!!

Pasti pernah ya mendengar kata-kata bijak dari orang tua kita dahulu yang bilang bahwa “Bila bangun kesiangan maka rejeki dipatok ayam”.  Rasanya sepele ya,  bangun pagi.  Memangnya kenapa sih,  harus bangun pagi.  Toh kadang kita juga sudah tahu kegiatan yang harus kita lakukan dan enggak harus pagi-pagi juga kok.  Nah, itu dia kebiasaan kita.  Menunda-nunda waktu.  Kurang menghargai waktu.

Menurut catatan dari beberapa survey,  kebiasaan kecil yang membedakan antara mereka yang sukses dengan yang biasa-biasa saja adalah pada kebiasaan bangun pagi hari.  Orang-orang sukses selalu bangun dipagi hari.  Mengapa demikian?  Sebab dengan bangun pagi hari,  mereka bisa melakukan 3 kegiatan rutin mkereka yaitu :

  1. Berolahraga
  2. Sarapan
  3. Merencanakan kegiatan harian dan mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan.

Berolahraga dan sarapan adalah kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan di pagi hari.  Keduanya mempunyai manfaat yang sangat besar untuk merangsang otak agar bekerja lebih cerdas dan lebih kreatif.  Metabolisme tubuh juga akan terpacu dan akan menggerakkan juga organ-organ dalam tubuh manusia untuk berfungsi optimal.

Setelah melakukan olah raga dan sarapan,  para orang sukses itu akan menyediakan 30 menit waktu mereka dipagi hari untuk memeriksa kembali rencana kegiatan harian yang sudah tersusun rapih,  siapa tahu saja ada perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan dan barangkali membutuhkan satu atau dua persiapan.  Bila pun semuanya sudah rapih maka waktu 30 menit tersebut dapat dimanfaatkan untuk membaca koran atau media berita online, agar tetap up date dengan informasi yang terjadi.  Siapa tahu ada peluang yang bisa diperoleh.

Nah bukankan bangun lebih pagi memang terbukti memberikan lebih banyak manfaat?  Meskipun Anda hanya ibu rumah tangga yang berbisnis kecil-kecilan,  bangun lebih pagi juga penting karena Anda visa mengerjalkan dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga lebih cepat,  sehingga Anda bisa mempunyai waktu luang yang lebih untuk mengurusi bisnis Anda,

Bagaimana siap yuk untuk memulai kebiasaan baru yang bermanfaat?

Displin Mengelola Keuntungan Usaha

Displin Mengelola Keuntungan Usaha

Disiplin Mengelola Keuntungan Usaha – Satu hal yang paling penting untuk bsa mengembangkan bisnis yang kamu jalani saat ini adalah dengan disiplin dalam mengelola keuntungan yang kamu peroleh.  Banyak pebisnis pemula,  terutama ibu rumah tangga yang berbisnis yang kemudian mengeluhkan bahwa hasil keuntungan dari bisnisnya kok tidak pernah kelihatan.

Keluhan itu adalah keluhan yang wajar dan umum terdengar dan inti permasalahannya adalah karena tidak ada perencanaan yang matang sedari awal untuk apa keuntungan dari bisnis ini akan dilakukan.  Seringkali karena merasa bisnis masih kecil maka perencanaan tidak dilakukan.  Nanti saja deh kalau bisnisnya sudah mulai besar.  Tanpa perencanaan yang matang maka bisnis sulit untuk bisa berkembang,

Seringkali juga keluhan pebisnis pemula adalah tidak adanya modal untuk mengembangkan usaha.  Ini pun kesalahan awal karena tidak merencanakan pengembangan bisnis seperti apa yang ditargetkan dan berapa modal yang dibutuhkan untuk itu.  Lagi-lagi tidak adanya perencanaan sejak awal.

Tips sederhana untuk mengelola keuntungan usaha  adalah dengan menentukan sejak awal bagaimana pembagian keuntungan yang diperoleh dari bisnis yang dijalankan.  Umumnya 30%-50% dikembalikan untuk menjadi investasi bagi pengembangan usaha.  Pengembangan usaha yang dimaksudkan disini,  bisa dalam bentuk penambahan dana untuk pembelian stock barang atau membeli laptop untuk memperlancar bisnis online atau juga cicilan pengembalian pinjaman (bila ada) dan sebagainya.  Setelah itu dari sisanya biasanya 20%-30% ditabung dan sisanya barulah dipergunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya non-bisnis. Bila 50% dikembalikan untuk modal usaha + 30% ditabung maka sisanya adalah 20%.  Maka kita bisa membaginya kembali dengan misalnya saja 10% untuk tabungan pendidikan anak, 5% untuk tabungan jalan-jalan dan 5% untuk konsumsi lainnya.  Penentuan % ini sangat fleksibel tergantung pada tujuan awal berbisnis serta rencana pengembangan kedepannya.

Setelah menentukan pembagiannya maka disiplinlah mematuhinya.  Setiap akhir perhitungan keuntungan dilakukan,  maka bagilah sesuai dengan pos-pos yang ada.

Selamat mengembangkan bisnis ya.  Ingatlah bahwa disiplin adalah kunci dari semua keberhasilan.

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis – Sebagai ibu rumah tangga yang juga menjalankan bisnis, kemampuan untuk mengelola keuangan keluarga menjadi kewajiban utama.  Sayangnya bagi yang belum berpengalaman, seringkalli pengelolaan keuangan keluarga dan bisnis dicampur-adukkan.  Hasilnya disetiap akhir bulan tetap saja “tekor” bahkan seringkali bingung,  lho kemana ya keuntungan hasil berbisnis yang sebenarnya diatas kertas,  dibuku catatan jumlahnya cukup lumayan,  tapi kok tidak kelihatan ya wujudnya.

 

Mengelola keuangan keluarga dan bisnis sebenarnya tidak harus dilakukan secara njelimet layaknya akuntan perusahaan besar.  Hal yang penting adalah KEDISIPLINAN untuk MEMISAHKAN SECARA FISIK, antara uang bulanan keluarga dan uang keuntungan bisnis Anda.  Jangan pernah mencampur adukkannya.  Simpan keduanya pada dua rekening tabungan yang berbeda. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah secara DISIPLIN pula untuk TIDAK MENGGUNAKAN masing-masing rekening untuk hal yang bukan peruntukannya.  Maksudnya begini,  jangan menggunakan uang bulanan keluarga untuk membeli stock jualan atau sebaliknya,  jangan gunakan keuntungan bisnis untuk mengisi listrik atau membayar tagihan bulanan rumah tangga lainnya. Apabila memang terpaksa dilakukan,  maka harus dilakukan dengan komitmen penuh untuk mengembalikannya di akhir bulan.  Catatlah penggunaan rekening yang bukan untuk peruntukannya sebagai hutang.  Tapi,  sebisa mungkin hindari hal ini,  sebab sekali terbiasa menggunakannya seringkali menjadi kebiasaan.  Mengelola keuangan keluarga dan bisnis memang membutuhkan kedisiplinan yang tinggi.  Jangan mudah untuk mengganggap mudah menggunakan uang bulanan keluarga untuk bisnis,  karena bisa-bisa sebelum akhir bulan,  kamu sudah kehabisan uang.

 

Selain secara disiplin memisahkan  fisik dan penggunaan kedua dana yang Anda kelola,  maka hal penting lain dalam mengelola keuangan keluarga dan bisnis adalah menentukan secara tepat pos-pos pengeluaran secara tepat.  Pastikan pos-pos pengeluaran untuk keuangan bulanan keluarga dan disiplinlah menggunakannya.  Bila ada kelebihan jangan langsung dikonsumsi tetapi simpanlah.  Untuk keuntungan dari bisnis,  tetapkan juga pos-pos penggunaannya.  Anda bisa menentukan misalnya 20% untuk disimpan, 50% untuk digunakan kembali untuk bisnis, 10% untuk sedekah dan sisanya untuk cadangan keperluan khusus. “Ah keuntungan bisnisnya juga masih kecil kok,  repot amat sih dipisah-pisah begitu”.  Nah,  untuk bisa mengelola keuangan keluarga dan bisnis dengan baik maka Anda harus disiplin menetapkan pos-pos penggunaan dan mengelolanya dengan tepat.

 

Catatlah setiap pengeluaran dan penggunaan dana agar Anda bisa mengevaluasi keakuratan pengelolaan Anda.

 

Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri

Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah dasar dari segalanya, tanpa kepercayaan diri yang baik maka seseorang akan sulit untuk bisa meraih keberhasilan,  di dalam bidang apa pun. Mengapa kepercayaan diri menjadi hal yang sangat penting?  Apa yang membedakan orang yang memiliki kepercayaan diri  yang baik dengan yang tidak? (more…)