Yuk,  Bangun Lebih Pagi !!!

Yuk, Bangun Lebih Pagi !!!

Pasti pernah ya mendengar kata-kata bijak dari orang tua kita dahulu yang bilang bahwa “Bila bangun kesiangan maka rejeki dipatok ayam”.  Rasanya sepele ya,  bangun pagi.  Memangnya kenapa sih,  harus bangun pagi.  Toh kadang kita juga sudah tahu kegiatan yang harus kita lakukan dan enggak harus pagi-pagi juga kok.  Nah, itu dia kebiasaan kita.  Menunda-nunda waktu.  Kurang menghargai waktu.

Menurut catatan dari beberapa survey,  kebiasaan kecil yang membedakan antara mereka yang sukses dengan yang biasa-biasa saja adalah pada kebiasaan bangun pagi hari.  Orang-orang sukses selalu bangun dipagi hari.  Mengapa demikian?  Sebab dengan bangun pagi hari,  mereka bisa melakukan 3 kegiatan rutin mkereka yaitu :

  1. Berolahraga
  2. Sarapan
  3. Merencanakan kegiatan harian dan mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan.

Berolahraga dan sarapan adalah kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan di pagi hari.  Keduanya mempunyai manfaat yang sangat besar untuk merangsang otak agar bekerja lebih cerdas dan lebih kreatif.  Metabolisme tubuh juga akan terpacu dan akan menggerakkan juga organ-organ dalam tubuh manusia untuk berfungsi optimal.

Setelah melakukan olah raga dan sarapan,  para orang sukses itu akan menyediakan 30 menit waktu mereka dipagi hari untuk memeriksa kembali rencana kegiatan harian yang sudah tersusun rapih,  siapa tahu saja ada perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan dan barangkali membutuhkan satu atau dua persiapan.  Bila pun semuanya sudah rapih maka waktu 30 menit tersebut dapat dimanfaatkan untuk membaca koran atau media berita online, agar tetap up date dengan informasi yang terjadi.  Siapa tahu ada peluang yang bisa diperoleh.

Nah bukankan bangun lebih pagi memang terbukti memberikan lebih banyak manfaat?  Meskipun Anda hanya ibu rumah tangga yang berbisnis kecil-kecilan,  bangun lebih pagi juga penting karena Anda visa mengerjalkan dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga lebih cepat,  sehingga Anda bisa mempunyai waktu luang yang lebih untuk mengurusi bisnis Anda,

Bagaimana siap yuk untuk memulai kebiasaan baru yang bermanfaat?

Displin Mengelola Keuntungan Usaha

Displin Mengelola Keuntungan Usaha

Disiplin Mengelola Keuntungan Usaha – Satu hal yang paling penting untuk bsa mengembangkan bisnis yang kamu jalani saat ini adalah dengan disiplin dalam mengelola keuntungan yang kamu peroleh.  Banyak pebisnis pemula,  terutama ibu rumah tangga yang berbisnis yang kemudian mengeluhkan bahwa hasil keuntungan dari bisnisnya kok tidak pernah kelihatan.

Keluhan itu adalah keluhan yang wajar dan umum terdengar dan inti permasalahannya adalah karena tidak ada perencanaan yang matang sedari awal untuk apa keuntungan dari bisnis ini akan dilakukan.  Seringkali karena merasa bisnis masih kecil maka perencanaan tidak dilakukan.  Nanti saja deh kalau bisnisnya sudah mulai besar.  Tanpa perencanaan yang matang maka bisnis sulit untuk bisa berkembang,

Seringkali juga keluhan pebisnis pemula adalah tidak adanya modal untuk mengembangkan usaha.  Ini pun kesalahan awal karena tidak merencanakan pengembangan bisnis seperti apa yang ditargetkan dan berapa modal yang dibutuhkan untuk itu.  Lagi-lagi tidak adanya perencanaan sejak awal.

Tips sederhana untuk mengelola keuntungan usaha  adalah dengan menentukan sejak awal bagaimana pembagian keuntungan yang diperoleh dari bisnis yang dijalankan.  Umumnya 30%-50% dikembalikan untuk menjadi investasi bagi pengembangan usaha.  Pengembangan usaha yang dimaksudkan disini,  bisa dalam bentuk penambahan dana untuk pembelian stock barang atau membeli laptop untuk memperlancar bisnis online atau juga cicilan pengembalian pinjaman (bila ada) dan sebagainya.  Setelah itu dari sisanya biasanya 20%-30% ditabung dan sisanya barulah dipergunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya non-bisnis. Bila 50% dikembalikan untuk modal usaha + 30% ditabung maka sisanya adalah 20%.  Maka kita bisa membaginya kembali dengan misalnya saja 10% untuk tabungan pendidikan anak, 5% untuk tabungan jalan-jalan dan 5% untuk konsumsi lainnya.  Penentuan % ini sangat fleksibel tergantung pada tujuan awal berbisnis serta rencana pengembangan kedepannya.

Setelah menentukan pembagiannya maka disiplinlah mematuhinya.  Setiap akhir perhitungan keuntungan dilakukan,  maka bagilah sesuai dengan pos-pos yang ada.

Selamat mengembangkan bisnis ya.  Ingatlah bahwa disiplin adalah kunci dari semua keberhasilan.

Pola Pikir Benar Tentang Kesuksesan

Pola Pikir Benar Tentang Kesuksesan

Pola Pikir Tentang Kesuksesan berbisnis tak selalu disebabkan oleh kegigihan berusaha saja,  ada satu faktor yang cukup menentukan yaitu CARA PIKIR kita terhadap kesuksesan itu sendiri. Berikut ini adalah 5 (lima) cara berpikir yang lebih tepat tentang kesuksesan yang harus kita tanamkan pada pikiran kita.

  1. Sukses tidak ditentukan oleh nasib
    Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah karena nasib, melainkan karena pola pikir dan tindakannya yang berakibat pada keadaan sekarang. Untuk menjadi sukses dan kaya, orang harus berkemauan keras dan berusaha secara konsisten dari waktu ke waktu. Untuk mencapai sukses yang besar, Anda harus meniru cara berpikir dan cara kerja orang sukses, yaitu mulai dengan sukses-sukses kecil setiap waktu. Mengembangkan kemampuan juga akan mempermudah jalan menuju sukses dan kaya.
  2. Sukses adalah suatu kebiasaan
    Sukses bukanlah tujuan akhir, melainkan suatu proses perjalanan. Setiap keputusan dan tindakan jitu yang Anda lakukan sudah merupakan sebuah sukses. Sukses besar tidak dihasilkan hanya dari satu keputusan dan tindakan saja,tapi merupakan akumulasi dari setiap sukses yang diperoleh sehari-hari. Dengan demikian, sukses adalah suatu kebiasaaan positif di dalam hidup seseorang.
  3. Sukses adalah berpikir positif
    Orang sukses memiliki pola pikir positif yang lebih banyak dari kebanyakan orang. Mereka percaya bahwa mereka pantas mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik, bahkan impian terliar mereka dapat terwujud. Mereka memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan bahwa keajaiban bisa terjadi, tapi mereka mengerti bahwa mereka harus benar berusaha agar hal itu bisa terjadi.
  4. Kegagalan adalah bagian dari sukses
    Orang sukses menganggap kegagalan hanyalah suatu kesuksesan yang tertunda. Kegagalannya akan mebuat bertambah pengalaman, kematangan, kegigihan yang pada akhirnya akan membuahkan keberhasilan.
  5. Orang sukses selalu berorientasi pada solusi
    Dalam hidup ini, orang tidak akan pernah lepas dari yg namanya masalah. Orang sukses meyakini bahwa di balik suatu masalah pasti ada peluang dan solusinya. Pola pikir seperti inilah yang membuatnya tahan uji dan tak mudah menyerah.

Kesuksesan bukanlah suatu hal yang tidak mungkin untuk diraih, bila kita memiliki pola pikir seperti yang disebutkan. Jadi, sudah siapkah Anda untuk menjadi orang sukses?

 

(dituliskan kembali dari newsletter : Andriewongso)

ATUR WAKTU YUK!

ATUR WAKTU YUK!

Atur Waktu Yuk – Banyak kegagalan bisnis bukan karena produknya enggak keren atau enggak laku dipasaran,  tetapi lebih karena sipelaku bisnis yang tidak bisa mengelola waktu dengan baik.  Akibatkan bisnis jadi enggak keurus dengan baik.  Nah  sebagai Ibu Rumah Tangga yang berbisnis,  ketrampilan membagi waktu ini menjadi ketrampilan yang harus banget dimiliki.

Bingung bagaimana caranya?  Nah berikut ini cara praktis supaya Anda bisa mengatur dan mengelola waktu Anda secara efektif dan efisien,  agar keluarga dan rumah keurus dan bisnis juga tetap kepegang rapih :

  1. Tuliskan dengan detil semua pekerjaan yang anda lakukan selama ini setiap harinya. Tuliskan semuanya selengka-lengkapnya.
  2. Periksa lagi, Yakin ya sudah tidak ada yang terlewatkan.
  3. Nah sekarang kelompokkanlah pekerjaan-pekerjaan itu. Mana yang termasuk pekerjaan rumah tangga; (seperti : nyapu; ngepel, ngosek kamar mandi, nyuci baju, njemur, cuci piring dan sebagainya); pekerjaan luar rumah (misalnya : pengajian, kegiatan majelis taklim; jemput anak sekolah dan sebagainya); pekerjaan bisnis (misalnya anda punya bisnis)
  4. Di dalam kelompoknya masing-masing urutkan pekerjaan pekerjaan tersebut berdasarkan skala prioritasnya dan berilah label dibelakang tiap pekerjaan anda sebagai berikut:
    • Prioritas (P) – pekerjaan yang tidak bisa di tunda, bila di tunda akan membuat berantakan.
    • Penting (PT) – pekerjaan yang harus dikerjakan, bila tidak dikerjakan berdampak pada pekerjaan lainnya.
    • Tidak Penting (TP) – pekerjaan yang mau dikerjakan ataupun tidak, tidak berdampak apa-apa.
    • Sangat Tidak Penting (STP) – pekerjaan yang anda lakukan pun tidak ada manfaatnya.

Sudah diberi label dan diurutkan? Ok, lanjut!

  1. Coretlah dari daftar tugas harian anda, semua pekerjaan dengan label TP dan STP. J Nah sudah berkurang banyak kan?  Jangan-jangan daftar tugas anda tinggal separuhnya.
  2. Buat estimasi waktu mengerjakan setiap pekerjaan yang masih ada dalam daftar anda. Berapa waktu yang anda butuhkan untuk beberes rumah? Berapa jam untuk mencuci pakaian dan menjemur? Berapa waktu dibutuhkan untuk memasak dan sebagainya.  Untuk pekerjaan yang tidak harus dilakukan setiap hari tentukan juga kapan anda menjadwalkan untuk melakukannya? Misalnya : mengganti sprei kamar tidur semuanya – 75 menit – Rabu.
  3. Buatlah penggunaan waktu anda menjadi lebih efisien. Gimana cara?  Gabungkanlah 2 atau 3 pekerjaan yang dapat dilakukan bersama-sama.

Misalnya :

  • Mencuci pakaian (dengan mesin cuci) bisa dilakukan bersamaan dengan bebersih rumah.
  • Mencuci piring sekaligus dengan menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak dan memasak
  • Mengurus jualan online sambil memeriksa ulang PR anak sambil mencari resep untuk menu esok hari.

Aturlah waktu dengan efisien. Ingat pepatah, “Satu kali mengayuh sampan, dua tiga pulau terlampau”.  Nah itu yang harus anda lakukan!

  1. Berdasarkan estimasi waktu dan penggabungan 2 atau 3 pekerjaan yang sudah anda buat di tahap 6 dan 7 maka urutkanlah pelaksanaan setiap pekerjaanke dalam jadwal kegiatan harian anda.

INGAT! Jangan lupa memasukkan ke dalam jadwal anda waktu untuk anda istirahat, makan, menghibur diri dan beribadah J, Anda kan bukan robot!  Anda juga tetap harus punya waktu untuk suami dan anak-anak. Nah coba periksa kembali kegiatan anda.  Sudahkah semuanya masuk?

  1. Langkah yang terakhir adalah yang terpenting yaitu LAKSANAKAN KEGIATAN HARIAN ANDA SESUAI JADWAL YANG SUDAH ANDA TENTUKAN SENDIRI! Butuh kedisiplinan dan komitmen yang tinggi untuk bisa melakukannya. Apa pun itu anda harus mencoba melakukannya.

Mengatur waktu seperti diatas memang cukup sulit bila anda tidak terbiasa.  Pada awalnya anda akan cukup kesulitan untuk mematuhinya,  tetapi tetaplah mencoba setelah satu bulan anda pasti akan terbiasa dan mulai merasakan efek positifnya.

 

YUK, ATUR WAKTU ANDA

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis

Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis – Sebagai ibu rumah tangga yang juga menjalankan bisnis, kemampuan untuk mengelola keuangan keluarga menjadi kewajiban utama.  Sayangnya bagi yang belum berpengalaman, seringkalli pengelolaan keuangan keluarga dan bisnis dicampur-adukkan.  Hasilnya disetiap akhir bulan tetap saja “tekor” bahkan seringkali bingung,  lho kemana ya keuntungan hasil berbisnis yang sebenarnya diatas kertas,  dibuku catatan jumlahnya cukup lumayan,  tapi kok tidak kelihatan ya wujudnya.

 

Mengelola keuangan keluarga dan bisnis sebenarnya tidak harus dilakukan secara njelimet layaknya akuntan perusahaan besar.  Hal yang penting adalah KEDISIPLINAN untuk MEMISAHKAN SECARA FISIK, antara uang bulanan keluarga dan uang keuntungan bisnis Anda.  Jangan pernah mencampur adukkannya.  Simpan keduanya pada dua rekening tabungan yang berbeda. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah secara DISIPLIN pula untuk TIDAK MENGGUNAKAN masing-masing rekening untuk hal yang bukan peruntukannya.  Maksudnya begini,  jangan menggunakan uang bulanan keluarga untuk membeli stock jualan atau sebaliknya,  jangan gunakan keuntungan bisnis untuk mengisi listrik atau membayar tagihan bulanan rumah tangga lainnya. Apabila memang terpaksa dilakukan,  maka harus dilakukan dengan komitmen penuh untuk mengembalikannya di akhir bulan.  Catatlah penggunaan rekening yang bukan untuk peruntukannya sebagai hutang.  Tapi,  sebisa mungkin hindari hal ini,  sebab sekali terbiasa menggunakannya seringkali menjadi kebiasaan.  Mengelola keuangan keluarga dan bisnis memang membutuhkan kedisiplinan yang tinggi.  Jangan mudah untuk mengganggap mudah menggunakan uang bulanan keluarga untuk bisnis,  karena bisa-bisa sebelum akhir bulan,  kamu sudah kehabisan uang.

 

Selain secara disiplin memisahkan  fisik dan penggunaan kedua dana yang Anda kelola,  maka hal penting lain dalam mengelola keuangan keluarga dan bisnis adalah menentukan secara tepat pos-pos pengeluaran secara tepat.  Pastikan pos-pos pengeluaran untuk keuangan bulanan keluarga dan disiplinlah menggunakannya.  Bila ada kelebihan jangan langsung dikonsumsi tetapi simpanlah.  Untuk keuntungan dari bisnis,  tetapkan juga pos-pos penggunaannya.  Anda bisa menentukan misalnya 20% untuk disimpan, 50% untuk digunakan kembali untuk bisnis, 10% untuk sedekah dan sisanya untuk cadangan keperluan khusus. “Ah keuntungan bisnisnya juga masih kecil kok,  repot amat sih dipisah-pisah begitu”.  Nah,  untuk bisa mengelola keuangan keluarga dan bisnis dengan baik maka Anda harus disiplin menetapkan pos-pos penggunaan dan mengelolanya dengan tepat.

 

Catatlah setiap pengeluaran dan penggunaan dana agar Anda bisa mengevaluasi keakuratan pengelolaan Anda.